Sosialisasi Rancangan Peta okupasi Bidang Komuniasi (DRAFT I)

Sosialisasi Rancangan Peta okupasi Bidang Komuniasi (DRAFT I)

TIK Nasional, Tanggerang Selatan, 12 Desember 2017

Kegiatan sosialisasi Peta okupasi Bidang Komunikasi, Draft pertama yang difasilitasi oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika RI Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Pusat Pengembangan Literasi dan Profesi SDM Komunikasi, atau disingkat Pusbang Litprof SDM Komunikasi, di  Balai Pelatihan dan Riset TIK (BPRTIK) – Kemkominfo, Ciputat (12/12, 2017).

Acara dihadiri oleh 85 partisipan dari 120 orang, dari tim perumus peta okupasi yang sedang berjalan, industri pengguna jasa, akademisi dan profesi. Dalam pembukanya Kepala Badan menyampaikan target pencapaian peta okupasi nasional akan dilaunching tahun depan. Target ini menjadi tujuan utama pusbang Litprof SDM komunikasi, dibawah Kepala Pusat Prof. Gati Gayatri yang mengawal fasilitasi lintas profesi yang dinaungi oleh Pusat Pengembangan Litprof SDM komunikasi.

 

Untuk bidang teknis fotografi dihadiri oleh tiga tim perumus; Riadi Rahardja, Ridha Kusumabrata dan Deni Sugandi. Sedangkan dari sektor pengguna jasa dan profesi dihadiri oleh; Marrysa Tanjung Sari (Inflight magz), Rizki Trestianto (Kiki Photo Studio), Nurulita (Fotografer Fesyen), Riky Purnama (Foto Studio), Hermanus Trihatna (Pewarta Foto/Antara), Darwis Triadi (Profesional Fotografer/Moestri fotografi), Heret Frasthio (Fotografer Komersial), Damon Rizky (Wedding Photographer), Johan Novi (Foto Studio).

Dalam kesempatan pembuka, Ir. Surono anggota BNSP, menjelaskan Rapid Assessment-Pemetaan Kualifikasi, Okupasi dan Standar Kompetensi merupakan cara pengkajian cepat yang sering digunakan dalam banyak bidang. Merupakan cara penilaian yang digolongkan dalam penelitian kualitatif tetapi dalam perkembangannya menjadi Rapid Assessment  yang luas dan menambahkan metode kuantitatif dalam pentahapannya seperti Survai Cepat.

Dalam penjelasan berikutnya ia menjabarkan pentingnya Rapid Assessment, membantu Program percepatan Pemerintah untuk menilai dan meningkatkan kapasitas percepatan program pendidikan dan pelatihan vokasional dimana salah satu titik kritis adalah ketersediaan standar okupasi, KKNI dan standar kompetensinya.  Berikutnya adalah memperkuat kapasitas negara untuk mendukung program pengembangan kompetensi SDM nasional, provinsi, dan lokal.

Presentasi masing-masing bidang teknis

Pertemuan yang direncanakna dalam bentuk sidang pleno, kemudian di berubah menjadi pemaparan setiap bidang teknis di depan audiens bidang teknis lainya. Dipresentasikan hasil-hasil pemetaan okupasi tahap pertama, dalam draft I dari bidang teknis Kehumasan, Periklanan, Penyiaran Radio, Penyiaran Televisi, Penerbit Buku, Fotografi, Multimedia, Desain Grafis dan Komunikasi Visual, Animasi, dan Perposan.

 

Dalam presentasi masing-masing bidang, fotografi selalu terkait karena bersinggungan dengan bidang teknis lainya. Bidang teknis DKV mennempatan jabatan Fotografi Junior di Level 6 dan Fotografer Senior di Level 7, kemudian diselaraskan dengan bidang teknis di Fotografi

Kegiatan pertemuan ini kemudian dilanjutkan dengan pertemuan khusus untuk bidang teknis fotografi dilantai 4 ruang meeting 5. Dihadiri oleh seluruh peserta undangan bidang teknis fotografi, dimulai pukul 14.00 hingga 17.30 WIB, menghasilkan beberapa pertanyaan dan tanggapan. Berikut catatan-catatan yang bisa dihimpun saat hasil presentasi dan tanya jawab.

Darwis Triadi: Sebaiknya fotografi tidak dibuat dalam jenjang level, tetapi dibuatkan secara general dan pengelompokan spesialisasi.

  1. Nurulita: Apakah fungsi sertifikasi profesi, dan implikasinya terhadap pekerjaan? Apakah menjadi mandatori-diwajibkan untuk dimiliki setiap profesi fotografi? Apa manfaatnya.
  2. Heret: memberikan tanggapan bahwa Komersial Fotografi tidak lagi mendudukan fotografer sebagai ahli teknis, perlu ditunjang kemampuan dan komotensi lain (lihat usulan-usulan)
  3. Marrysa: sebaiknya penentuan level tidak bedasarkan junior-senior karena akan bertabrakan dengan okupasi lainya.
  4. Hermanus: kenapa okupasi pewarta foto tidak dipetakan?

Hasil pemetaan okupasi (jabatan) Draft I

Berdasarkan Prepres 8/2012 Jenjang Kulifikasi KKNI

 

LEVEL 1-3

Operasional, rutin, berkerja berdasarkan sop yang sudah ditentukan

LEVEL 4-6

Berwawasan, bekerja sama, berkomunikasi, menggkoordinir, bertanggung jawab

LEVEL 7-9

Merencanakan, mengelola sumber daya, mengambil keputusan strategis, mampu menganalisa, mengelola dan melakukan riset.

Jenjang Level

Level 1 (SMP)

Pengelola Perlengkapan dan Alat Fotografi

Level 2  (SMK)

Operator Produksi Fotografi

Pengolah Foto Digital

Teknisi Alat dan Perlengkapan Fotografi (PF)

Asisten Fotografer

Fotografer Pasfoto

Level 3 (D1)

Fotografer

Level 4 (D2)

Fotografer Studio

Fotografer Model

Fotografer Portrait

Fotografer Landskap

Fotografer Olah Raga

Fotografer Panggung

Manager Produksi Fotografi (PF)

Fotografer Kehumasan

Level 5 (D3)

Fotografer Forensik

Fotografer Sains

Fotografer Budaya dan Wisata

Fotografer Arsitektur

Fotografer Pernikahan

Level 6 (S1)

Fotografer Iklan

Fotografer Industrial

Fotografer Underwater

Fotografer Wildlife

Instruktur Fotografi

Fotografer Aerial

Fotografer Fesyen

Level 7 (S1+Profesi)

Editor Fotografi

Level 8 (S2)

Kurator Fotografi

Level 9 (S3)

 

*PF = produksi fotografi, biasa diartikan paska pemotretan dan job title terkait di dalamnya.

 

Kompetensi usulan dari nara sumber pelaku profesi

Berikut adalah hasil petikan wawancara dari nara sumber para profesi fotografi. Hasil petikan ini diharapkan menjadi dasar-dasar perumusan peta okupasi fotografi nasional, berdasarkan informasi eksisting di profesi saat ini (aktual-faktual) menurut para profesi fotografi.

 

Travel FotografiSumber: Marrysa T.S 1.    mengerjakan pemoretan budaya, food, wisata,2.    memiliki pemahaman wawasan wisata3.    memiliki kemampuan menulis4.    memiliki kemampuan

 

Pelatih FotografiSumber: Marrysa T.S 1.    Kemampuan berkomunikasi (publik speaking)2.    Metologi pengajaran3.    Memiliki wawasan faktual dan aktual (update teknologi)4.    Terampil teknis fotografi

 

Fotografer JurnalistikSumber: Hermanus/ANTARA 1.    Portfolio sebagai alat ukur2.    Memiliki wawasan3.    Memiliki etika reportase4.    Manajemen perjalanan5.    Memiliki kemampuan mengirim gambar6.    Memiliki kompetensi menulis caption7.    Komunikasi dengan lokal/lapangan8.    Kemampuan observasi9.    Memiliki pemahaman meta data10.  Memiliki sikap jujur, tidak memanipulasi foto11.  Memiliki integritas12.  Mampu mengelola waktu13.  Kemapuan teknis fotografi; olahraga, acara, dokumentasi,

 

Stok Image Periklanan 1.    Pemotretan semua bidang teknis fotografi (portrait, fesyen, model, underwater, dll)2.    Memiliki wawasan artistik3.    Mampu berkomunikasi dengan team
Produser Fotografi PeriklananSumber: Heret 1.    Mengelola proses produksi; Budgeting, Kuotasi, Treatmen, Tone color2.    Memiliki pemahaman teknis fotografi3.    Memiliki kemampuan menjabarkan keinginan konsumen4.    Mampu mengelola team work (Legalitas perusahaan, Team wadrobe, Team make artist,5.    Team AE, catering, Team marketing)

 

Stok Image Photographer 1.    Kemampuan mengelola file2.    Kemampuan menginput meta data3.    Kemampuan olah digital dasar4.    Mampu menulis keterangan foto singkat5.    Mampu membuat properti dan model rilis6.    Teknis fotografi7.    Kemampuan mengelola pencahayan buatan8.    Kemampuan menata dan komposisi9.    Memiliki kemampuan estetika

 

Fotografer PernikahanSumber: Kiki, Damon Head/Lead Photographer1.    Manajemen waktu2.    Pemahaman legalitas (kontrak) mampu menulis perjanjian3.    Kemampuan estetika untuk mewujudkan keinginan klien4.    Mengendalikan dan mengarahkan tim dan mengelola team5.    Mengerjakan foto pernikahan (Preweding dan wedding) dan paska weding6.    Kemampuan fisik (bekerja panjang), apakah ada batasan kemampuan fisik? Bagaimana bila difabel?7.    Manajemen waktu8.    Memiliki wawasan pernikahan budaya/etnis9.    Mampu menentukan moment pemotretan10.  Mengerti pencahayaan11.  Interpersonal skill, berhubungan dengan WO, klien dll. Kemampuan komunikasi dengan pihak lain12.  Memiliki kemampuan berbahasa inggris praktis13.  Mampu melakukan observasi14.  Memiliki kemampuan manajemen data foto (digital) Second Shutter1.    Fotografer kedua2.    Memiliki komptensi teknis fotografi3.    Bisa berkomunikasi dengan baik Asisten Fotografer Weding1.    Bekerja membantu Head Photographer2.    Bertanggung jawab berdasarkan perintah head fotografer Runner Fotografer1.    Pengelola perlengkapan dan peralatan fotografi2.    Bertanggung jawab pada perintah kerja Head Fotografer

 

Fotografer StudioSumber: Kiki 1.    Mampu memimpin kelompok2.    Memamami teknis fotografi3.    Mampu menerjemahkan keiginan klien/konsumen4.    Mampu memotret orang dan benda

 

Usulan dan saran

  1. Pemetaan okupasi ini berupa drat I, membutuhkan revisi untuk pertemuan selanjutnya
  2. Audiens yang hadir di bidang fotografi didominasi profesi, bukan sekto pengguna jasa dan industri
  3. Diperlukan pra-sosialisasi hasil tim perumus melalui jejaring asosiasi profesi fotografi
  4. Diperlukan informasi awal, melalaui angket ke jejaring pengda-pengcap APFI sekaluk asosiasi profesi fotografi
  5. Diharapkan asosiasi profesi turut aktif, dengan cara pemetaan mandiri melalui angket guna membantu tim perumus.