Pertemuan dengan Diskominfostandi Kota Bekasi

Pasa tanggal 9 November 2017 Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI) Pengurus Cabang Bekasi bertatap muka dengan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kota Bekasi, disambut hangat oleh Bpk Andy selaku perwakilan dari Diskominfostandi.
APFI Pengcab Bekasi melakukan sosialisasi keberadaan APFI di Kota Bekasi serta memaparkan VISI & MISI APFI Pengcab Bekasi.
Dengan terbentuknya APFI di Bekasi sebagai wadah komunikasi sesama fotografer bisa memberikan dampak positif dan dapat bersinergi dalam program program Pemerintah Kota Bekasi khususnya Diskominfostandi Kota Bekasi.
APFI Pengcab Bekasi berkomitmen untuk memajukan fotografi di Kota Bekasi agar lebih dikenal di kancah Nasional maupun Internasional.

 

Kisi-Kisi Uji Kompetensi Fotografi Level 3 KKNI

Kisi kisi Uji Kompetensi Fotografi berdasarkan level 3 KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia). Disusun berdasarkan Unit Kompetensi pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang fotografi.

1. Memilih Jenis Kamera

• Memilih kamera yang sesuai dengan kebutuhan
• Memilih perangkat penunjang sesuai dengan kebutuhan

2. Memeriksa Perangkat Kamera

• Memeriksa kesiapan fungsi kamera
• Memeriksa kesiapan operasional kamera.
• Memeriksa pengoperasian masing-masing komponen dalam kamera untuk ketepatan teknis pemotretan.

3. Menentukan Elemen Pencahayaan

• Melakukan pengoperasian masing-masing komponen pencahayaan dalam kamera.
• Menetapkan pengaturan pencahayaan yang sesuai dengan kebutuhan.

4. Mengatur Ketajaman Gambar

• Menentukan ketajaman gambar berdasarkan pada objek.
• Menentukan sistem titik fokus yang tepat.

5. Menentukan Sudut Pengambilan

• Menentukan sempit-luasnya bidang pandang.
• Menentukan posisi kamera terhadap objek pemotretan.

6. Menentukan Latar Depan-Latar Belakang

• Memilih latar depan dan belakang gambar.
• Menentukan aspek teknis yang membentuk dimensi ruang.

7. Menentukan Komposisi Pemotretan

• Menentukan posisi objek utama.
• Menata elemen pendukung yang diperlukan.

8. Mengidentifikasi Arah, Karakter dan Warna Cahaya

• Mengidentifikasi arah cahaya.
• Mengidentifikasi warna cahaya.

9. Menentukan Perangkat Penyinaran

• Mengidentifikasi kualitas cahaya.
• Mengidentifikasi jenis sumber cahaya buatan.
• Mengidentifikasi intensitas, karakter dan arah sumber cahaya buatan

10. Menyimpan dan Memindahkan Data Gambar

• Memindahkan data gambar.
• Menyimpan data gambar.

11. Memilih Gambar Sesuai Kebutuhan

• Mengidentifikasi metode pemilihan gambar.
• Memilih gambar berdasarkan kualitas teknis.
• Memilih gambar berdasarkan tujuan pemotretan.

12. Melakukan Olah Digital Dasar

• Menganalisis data gambar.
• Mengolah data gambar secara digital sesuai keperluan.

13. Mencetak Gambar

• Menyiapkan data gambar untuk siap cetak.
• Melakukan cetak gambar sesuai kebutuhan.

14. Mengembangkan dan Mengomunikasikan Konsep Fotografi

• Mengidentifikasi dan menerjemahkan permintaan konsumen..
• Mengkomunikasikan rancangan pemotretan kepada konsumen.

15. Menghitung Biaya Produksi

• Menyusun kebutuhan produksi.
• Mengidentifikasi biaya komponen produksi.

16. Melakukan Proses Pekerjaan Sesuai Dengan Prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

• Menerapkan pengetahuan tentang industri bidang fotografi.
• Mengadaptasi praktik dan mekanisme keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

17. Mengevaluasi Hasil Kerja

• Mengevaluasi etos kerja.
• Mengevaluasi kualitas karya dengan membandingkan karya yang ada.

18. Melaksanakan Pekerjaan dalam Konteks Organisasi Bidang Fotografi

• Mengkomunikasikan pekerjaan dengan rekan kerja.
• Menerima tanggung jawab pekerjaan.

(Riadi Rahardja, Ketua Umum APFI Pusat)

Sumber

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI Fasilitasi Sertifikasi Profesi Fotografi di Makassar

BEKRAF, Makassar – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI kembali menyelenggarakan Bimbingan Teknis/Pelatihan dan Sertifikasi Profesi Fotografi yang kali ini dipusatkan  di Makassar, tanggal 12-13 Oktober 2016. Program ini merupakan fasilitas untuk membantu para pelaku/calon pelaku ekonomi kreatif, khususnya profesi fotografi untuk memperoleh sertifikat kompetensi tanpa dipungut biaya. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI dengan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Fotografi Indonesia (Leskofi) dan Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI).

Dalam pembukaan acara, Sabartua Tampubolon, Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standardisasi Bekraf RI, menjelaskan, saat ini Indonesia sedang memasuki era persaingan, termasuk di dalamnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing. Hal ini sesuai dengan yang dicanangkan oleh pemerintah dalam hal ini adalah Presiden Joko Widodo yang mengharapkan ekonomi kreatif dapat menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. “Melalui program dan kegiatan ini, para fotografer diharapkan semakin siap untuk menghadapi persaingan yang menjadi salah satu konsekuensi masuknya Indonesia dalam perdagangan bebas  global”, ujar Sabartua Tampubolon.

Sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini berjalan seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang membuat kompetensi industri ekonomi kreatif di lingkungan Masyarakat Ekonomi ASEAN(MEA), semakin menantang. Sebagai catatan, MEA tidak saja membuka bebas aliran barang, jasa dan investasi, melainkan juga tenaga kerja profesional yang berstandar internasional.

Bekraf RI melalui Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi, bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (Leskofi), berusahamengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kondusif untuk para pelaku ekonomi kreatif, khususnya profesi fotografi di Indonesia.Salah satunya, bentuknya dengan memfasilitasi Bimtek dan Sertifikasi Profesi sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang fotografi yang sudah ada.

Bimbingan Teknis/Pelatihan dan Sertifikasi Profesi Fotografi ini diikuti 100 orang peserta yang berasal dari Palu, Papua, Surabaya, Makassar dan sekitarnya. Untuk merespons pertanyaan dari masyarakat, terutama pengguna teknologi tanpa cermin refleks (mirror less) yang belum terakomodasi saat ini dalam uji kompetensi praktik pemotretan, Sabartua Tampubolon menjelaskan, hal itu belum bisa dilakukan, karena SKKNI yang ada saat ini masih memuat teknologi kamera DSLR (Digital Single Lens Reflect). “Oleh karena itu, apabila kompetensi kerja tersebut diuji praktik/disertifikasi, maka harus mengubah dan/atau menyempurnakan terlebih dahulu SKKNI yang ada saat ini”, jelas Sabartua Tampubolon

Tentang Bekraf

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI adalah lembaga pemerintah non kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri yang membidangi urusan pemerintahan di bidang pariwisata. Bekraf RI merupakan badan yang pertama kali dibentuk oleh Presiden Joko Widodo, dan dikepalai oleh Triawan Munaf yang dilantik oleh Presiden pada tanggal 26 Januari 2015. Bekraf RI memiliki tugas membantu Presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di 16 subsektor, yaitu bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio.

Bekraf RI memiliki enam deputi untuk membidangi 16 sub sektor ekonomi kreatif, yang terdiri dari Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan, Deputi Akses Permodalan, Deputi Infrastruktur, Deputi Pemasaran, Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi, serta Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah.

Biro Hukum dan Komunikasi Publik, Bekraf RI

CP: MARIAMAN PURBA (0813-1750-6456 / 081-2882-7738)

Sumber

Belajar Bersama APFI Bekasi pada Workshop Digital Marketing for Photography Product

Punya usaha fotografi tapi job masih sepi atau mau mulai usaha fotografi tapi bingung mulai dari mana… Nah workshop ini tepat buat kamu yang sulit menaikan omset penjualan atau yang tengah bingung bagaimna cara memulai usaha fotografi …. Ayo daftar sekarang sebelum pendaftaran ditutup… Info lebih lanjut bisa hubungi nomer di atas, atau kirim email langsung ke info@apfibekasi.or.id

Salam fotografi